SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

S.B.I


PEMERINTAH  KABUPATEN  BEKASI
DINAS  PENDIDIKAN

SMA NEGERI  1  TAMBUN  SELATAN
Jln. Kebon Kelapa No.02 Telp/Fax : (021)  88325613 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi 17510

 

 

Pendidikan Unggul yang Bermutu

 

Manajemen sekolah dengan menggunakan pendekatan MBS akan berhasil jika mampu mengangkat derajat mutu proses dari produk pendidikan dan pembelajaran, dalam hal ini mutu mengandung makna derajat keunggulan suatu produk atau hasil kerja, baik barang maupun jasa. Menurut Sudarwan Danim (2006), Dalam Konteks pendidikan, pengertian mutu mengacu pada masukan, proses keluaran dan dampaknya.

 

Mutu masukan dapat dilihat dari beberapa sisi :

 

Pertama

: Kondisi baik tidaknya masukan SDM, seperti kepala sekolah, guru, laburan,

 

  staf tata usaha dan siswa.

Kedua

: Memenuhi atau tidaknya Kriteria masukan material, seperti alat peraga,

 

  buku-buku, kurikulum, prasarana, sarana sekolah dan lainnya.

Ketiga

: Memenuhi atau tidaknya kriteria masukan berupa perangkat lunak, seperti

 

  peraturan, struktur organisasi, deskripsi kerja.

Keempat

: Mutu masukan yang bersifat harapan dan kebutuhan, seperti visi, motivasi,

 

  ketekunan dan cita-cita.

Mutu proses pembelajaran mengandung makna bahwa kemampuan sumber daya sekolah mentranformasikan multi jenis masukan dan situasi untuk mencapai nilai tambah tertentu bagi peserta didik. Selanjutnya dikatakan Sudarwan bahwa hasil pendidikan dipandang bermutu jika mampu melahirkan keunggulan akademik dan ekstrakulikuler pada peserta didik yang dinyatakan lulus atau untuk satu jenjang pendidikan atau menyelesaikan program pembelajaran tertentu. Keunggulan akademik dinyatakan dengan nilai yang dicapai oleh peserta didik. Keunggulan ekstrakulikuler dinyatakan dengan aneka jenis keterampilan yang diperoleh siswa selama mengikuti program ekstrakulikuler.

 

Menurut Edward Sallis (1993) yang dikutip oleh Sudarwan Danim (2006), sekolah yang bermutu, yang berarti juga sekolah unggulan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

 

1.

 Sekolah berfokus pada pelanggan, baik pelanggan internel maupun eksternal.

 

 

2.

 

 Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul, dalam arti ada

 komitmen untuk bekerja secara benar dari awal.

 

 

3.

 

 Sekolah memiliki investasi pada SDM. Komitmen ini terus dijaga, agar tidak mengalami

 kerusakan psikologis, karena kerusakan psikologis sulit diperbaiki.

 

 

4.

 Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik tingkat pimpinan, tenaga

   akademik, maupun tenaga administrative.

 

 

5.

 Sekolah menjalankan atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk

 

 mencapai kualitas & memposisikan kesalahan sebagai instrument untuk melakukan

 perbaikan dimana yang akan datang.

 

 

6.

 Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas baik jangka

 

 pendek,menengah,maupun jangka panjang.

 

 

7.

 Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai

 

 dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.

 

 

8.

 Sekolah mendorong orang yang dipandang kreatif untuk mampu menciptakan kualitas

 

 dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara kualitas.

 

 

9.

 Sekolah memperjelas peran dan tanggungjawab setiap orang, termasuk kejelasan arah

   kerja secara vertical dan horizontal.

 

 

10.

 Sekolah memiliki strategi dan kriteria evaluasi yang jelas.

 

 

11.

 Sekolah memandang atau menempatkan kualitas sebagai bagian integral dari budaya

   kerja.

 

 

12.

 Sekolah memandang dan menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk

 

 memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut.

 

 

13.

 Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu

   keharusan.

 

 

Sumber : Kajian SMU UNGGULAN di Kabupaten Bekasi